Kecemasan kompetitif yang tidak terkelola dapat menurunkan fokus, kepercayaan diri, dan kinerja atlet remaja, sehingga intervensi psikologis praktis di lingkungan sekolah olahraga menjadi kebutuhan yang mendesak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memancarkan efektivitas pelatihan teknik relaksasi dan afirmasi positif berbasis citra terbimbing dalam menurunkan kecemasan siswa‑atlet taekwondo di SMP Khusus Olahraga Surakarta. Pendekatan kuasi‑eksperimen pretest–posttest one‑group digunakan pada sembilan atlet (kelas VII–IX); tingkat kecemasan diukur dengan Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) sebelum dan sesudah intervensi. Pelatihan meliputi edukasi kecemasan, praktik pernapasan dalam‑teratur, penyusunan self‑talk afirmatif, serta simulasi pertandingan terarah. Analisis Paired‑Sample t‑Test menunjukkan penurunan signifikan skor kecemasan dari M = 20,11 (SD = 2,89) menjadi M = 18,78 (SD = 1,72); t(8) = 2,25; p = 0,024, yang berarti efektivitas pelatihan . Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi relaksasi pernapasan dan afirmasi positif, yang mudah dipraktikkan dan menghemat waktu, mampu meningkatkan regulasi emosi atlet dan layak untuk program pelatihan rutin. Hasil tersebut menekankan pentingnya intervensi psikologis berbasis bukti di tingkat sekolah olahraga sebagai strategi preventif untuk mempersiapkan atlet muda tampil optimal, sekaligus memberi landasan bagi penelitian berskala lebih besar guna memperkuat generalisasi temuan.
Copyrights © 2026