Kelurahan memiliki peran strategis sebagai unit pemerintahan terdepan dalam pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, aparatur Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi layanan digital dan pengelolaan data UMKM secara sistematis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan melalui model Participatory Training and Mentoring dalam digitalisasi layanan publik dan pemberdayaan UMKM. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan partisipatif, pendampingan lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut program. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta yang terdiri atas aparatur kelurahan, operator layanan, unsur kewilayahan, dan perwakilan RT/RW. Materi kegiatan mencakup regulasi pelayanan kelurahan, penggunaan layanan digital, pendataan UMKM, dan pemetaan potensi ekonomi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan aparatur dalam menggunakan sistem layanan digital, perbaikan alur pelayanan administrasi, serta penguatan fungsi kelurahan dalam fasilitasi UMKM. Luaran kegiatan meliputi tersusunnya database awal 42 UMKM, pemetaan potensi ekonomi pada 15 RT, fasilitasi 8 UMKM untuk mengakses program pembiayaan, serta terbentuknya Tim Ekonomi Kelurahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa model Participatory Training and Mentoring relevan digunakan sebagai strategi penguatan kapasitas aparatur kelurahan karena menggabungkan pelatihan, praktik langsung, mentoring, dan tindak lanjut kelembagaan. Program ini layak direplikasi pada kelurahan lain dengan penyesuaian terhadap karakteristik wilayah dan kebutuhan mitra.
Copyrights © 2026