Penggunaan perangkat digital yang tinggi pada anak usia sekolah dasar menjadi perhatian serius karena berhubungan dengan meningkatnya kasus astenopia atau kelelahan mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi kontribusi intervensi edukasi kesehatan mata terhadap pengetahuan, perilaku penggunaan gadget, faktor risiko, dan gejala astenopia pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif pretes-postes kelompok tunggal melalui satu sesi edukasi 60 menit (edukasi visual, demonstrasi aturan 20-20-20, diskusi interaktif, dan distribusi leaflet) terhadap 32 siswa, dengan posttest sebelas hari setelah intervensi. Instrumen pengukuran mencakup kuesioner faktor risiko, tes pengetahuan, skala perilaku Likert, adaptasi Visual Fatigue Questionnaire, dan skrining ketajaman visual bagan Snellen. Hasil secara deskriptif menunjukkan perbaikan pada beberapa indikator: proporsi pengetahuan kategori baik meningkat dari 0% menjadi 50%, perilaku aman dari 0% menjadi 50%, keluhan astenopia sedang berkurang dari 37,5% menjadi 18,75%, dan rerata skor faktor risiko turun dengan Δ = -1,25 poin. Ketajaman visual tidak mengalami perubahan karena kelainan refraksi tidak dapat diperbaiki melalui edukasi jangka pendek. Edukasi kesehatan mata berbasis sekolah berkontribusi positif sebagai strategi promotif-preventif dalam mengurangi risiko gangguan mata akibat paparan layar pada anak usia sekolah dan layak diintegrasikan ke dalam program Usaha Kesehatan Sekolah sebagai model edukasi yang efisien dan mudah direplikasi.
Copyrights © 2026