Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan degeneratif utama pada kelompok lanjut usia (lansia) di Bangkinang, Kabupaten Kampar, yang memerlukan penanganan komplementer berkelanjutan. Selama ini, pengelolaan hipertensi masih bertumpu pada pendekatan farmakologis, sementara metode nonfarmakologis seperti aktivitas fisik terstruktur dan manajemen stres belum optimal diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai bahaya hipertensi serta melatih keterampilan praktis dalam melaksanakan Senam Hipertensi dan Teknik Relaksasi Otot Progresif secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Pemberdayaan Berkelanjutan (Sustainable Empowerment Approach) melalui siklus EDP (Edukasi, Demonstrasi, dan Pendampingan) yang melibatkan 15 lansia penderita hipertensi serta kader posyandu di Posyandu Lansia Tunas Harapan Bangkinang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ranah kognitif dan keterampilan mitra. Pemahaman lansia tentang kontrol tekanan darah nonfarmakologis meningkat tajam, dan 14 gerakan inti relaksasi otot progresif serta gerakan senam mampu dipraktikkan dengan benar. Hasil pengukuran klinis juga menunjukkan kecenderungan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik pada peserta setelah intervensi rutin. Pembentukan kader Posyandu sebagai pilar penggerak berhasil menjamin keberlanjutan program ini sebagai rutinitas kesehatan mandiri di Posyandu Lansia Bangkinang. Kesimpulan: Integrasi Senam Hipertensi dan PMR efektif meningkatkan kemandirian kontrol tensi nonfarmakologis, memperbaiki derajat kesehatan harian, serta tata nilai gaya hidup aktif lansia di Bangkinang.
Copyrights © 2026