Pendampingan literasi media sosial penting untuk membangun ketahanan keluarga dari ancaman kejahatan siber (cyber-fraud). Kelompok orang tua di Desa Sambirejo sering menjadi sasaran empuk karena minimnya pengetahuan digital, seperti kasus penipuan file .apk palsu lewat WhatsApp. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital orang tua guna menangkal kejahatan siber tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan edukasi publik, pelatihan aplikatif verifikasi informasi, serta pendampingan multiplikatif melalui kader agen literasi lokal yang terbagi dalam tiga fase (inisiasi, implementasi, dan keberlanjutan). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas kognitif peserta yang signifikan, ditandai dengan lonjakan nilai rata-rata post-test menjadi 88 (melampaui target kenaikan 50%) dan kemampuan memverifikasi informasi secara mandiri menggunakan instrumen digital seperti cekrekening.id dan turnbackhoax.id. Kesimpulannya, penguatan literasi media sosial berbasis prinsip tabayyun efektif memutus rantai disinformasi, menjaga stabilitas ekonomi, dan mewujudkan ketahanan keluarga dari ancaman kejahatan siber.
Copyrights © 2026