Kemacetan di kawasan pendidikan menjadi permasalahan yang berdampak pada kelancaran mobilitas, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen transportasi berbasis partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi kemacetan di kawasan pendidikan melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Community Development dengan melibatkan warga sekitar, orang tua peserta didik, pihak sekolah, komite sekolah, dan pemerintah setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, penyuluhan, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), simulasi pengaturan lalu lintas, serta pendampingan penyusunan rekomendasi pengelolaan transportasi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan diskusi evaluatif untuk mengukur tingkat partisipasi, peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, serta komitmen masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya manajemen transportasi, keselamatan berlalu lintas, penggunaan moda transportasi yang lebih efisien, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat juga mendorong terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan transportasi yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan sistem transportasi kawasan pendidikan yang mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan publik.
Copyrights © 2026