Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi akibat kondisi geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks. Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat termasuk wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi, banjir, tanah longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Tapandullu dalam mitigasi risiko bencana menuju Desa Tangguh Bencana (Destana). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, simulasi evakuasi, demonstrasi pertolongan pertama, praktik penggunaan peralatan darurat sederhana, dan diskusi interaktif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, mahasiswa, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, sesi diskusi, dan refleksi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana, prosedur evakuasi, penyelamatan mandiri, serta pentingnya koordinasi antara masyarakat dan pemerintah desa. Selain itu, kegiatan menghasilkan rekomendasi pembentukan Tim Siaga Bencana Desa sebagai langkah strategis menuju Desa Tangguh Bencana. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat terbukti mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026