Surah Al-Hujurat ayat 15–16 menjelaskan hakikat keimanan yang tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan lisan, tetapi juga keyakinan yang teguh dan pembuktian melalui amal. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai keimanan dalam Surah Al-Hujurat ayat 15–16 melalui studi komparatif terhadap Tafsir Al-Qurṭubī, Tafsir Al-Munīr karya Wahbah al-Zuḥailī, dan Tafsir Al-Miṣbāḥ karya M. Quraish Shihab, serta mengkaji relevansinya dalam kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir komparatif (al-tafsīr al-muqāran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufasir sepakat memaknai iman sebagai keyakinan yang bebas dari keraguan dan diwujudkan melalui ketaatan serta pengorbanan di jalan Allah. Perbedaannya terletak pada penekanan penafsiran, yaitu Al-Qurṭubī pada aspek teologis, Al-Munīr pada dimensi syariat dan sosial, serta Al-Miṣbāḥ pada pendekatan kontekstual. Nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai landasan pembentukan karakter, integritas moral, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan kehidupan kontemporer.
Copyrights © 2026