Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur, akibat pandemi COVID-19 menjadi isu signifikan yang mendorong upaya peningkatan PAD. Jawa Timur, sebagai provinsi dengan PAD terbesar ketiga setelah Jawa Barat, menghadapi tantangan tersebut dengan fokus pada faktor-faktor ekonomi utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pengeluaran pemerintah, dan jumlah penduduk terhadap PAD di Jawa Timur pada 2018–2022 menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial, PDRB dan jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap PAD, sedangkan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, semua variabel independen memengaruhi PAD secara signifikan dengan koefisien determinasi 47,7%. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi aset daerah dan kebijakan strategis dalam meningkatkan PAD di Jawa Timur.
Copyrights © 2026