Tafsir maqāṣidī menggeser pemahaman zakat dan kharāj dari bacaan tekstual-normatif menuju kebijakan fiskal yang kontekstual. Riset kepustakaan kualitatif ini menganalisis QS al-Taubah [9]: 103, QS al-Baqarah [2]: 267, dan QS al-Ḥasyr [59]: 7 dengan kerangka maqāṣid al-Shāṭibī dan Ibn ‘Āshūr. Zakat berfungsi melindungi harta (ḥifẓ al-māl) dan jiwa (ḥifẓ al-nafs) melalui redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan. Kharāj, yang berakar pada QS al-Ḥasyr [59]: 7, beroperasi sebagai pajak progresif untuk infrastruktur publik (ḥifẓ al-‘aql) dan urusan keagamaan (ḥifẓ al-dīn). Integrasi keduanya menghasilkan sinergi: zakat menangani kebutuhan dasar individu, kharāj membiayai barang publik jangka panjang. Tafsir maqāṣidī melahirkan kebijakan fiskal yang adil, kontekstual, dan berorientasi kemaslahatan. Implikasinya meliputi penyesuaian nisab zakat, integrasi administrasi zakat dan pajak di bawah Bayt al-Māl, serta penyusunan APBN berbasis maqāṣid.
Copyrights © 2026