Khozinul Alim
Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Halalan Thayyibah dalam Ekonomi Syariah: Dialektika Tafsir Klasik Al-Qurthubi dan Modern Wahbah Az-Zuhaili Khozinul Alim
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2089

Abstract

Praktik ekonomi syariah kontemporer kerap terfokus pada legalitas formal halal tanpa menyentuh substansi thayyib (kualitas, keadilan, keberlanjutan). Penelitian ini menganalisis integrasi prinsip halalan thayyiban melalui studi komparatif tafsir klasik Imam Al-Qurthubi (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an) dan tafsir modern Wahbah az-Zuhaili (Tafsir Al-Munir), dengan fokus tunggal pada QS. Al-Baqarah: 168. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka dan penafsiran tematik dengan kerangka maqasid al-shariah, temuan mengungkapkan bahwa Al-Qurthubi menafsirkan thayyib secara sempit sebagai kebersihan legal dan kehalalan cara perolehan, dengan menetapkan enam syarat harta halal. Sementara Wahbah az-Zuhaili memperluas thayyib mencakup kesehatan, kenikmatan, dan dimensi spiritual, serta menganalisis secara mendalam larangan su’ (keburukan), fahsha’ (kekejian), dan perkataan dusta tentang Allah. Sintesis kedua perspektif menghasilkan lima indikator thayyib: legal halal, kesehatan-keselamatan, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan. Integrasi ini mengalihkan paradigma ekonomi dari kepatuhan formal menuju pembangunan berbasis moralitas dan kemaslahatan.
Pendekatan Tafsir Maqāsidī terhadap Kebijakan Fiskal: Zakat dan Kharāj Khozinul Alim
LA RIBA: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): La Riba: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/lariba.v7i02.2087

Abstract

Tafsir maqāṣidī menggeser pemahaman zakat dan kharāj dari bacaan tekstual-normatif menuju kebijakan fiskal yang kontekstual. Riset kepustakaan kualitatif ini menganalisis QS al-Taubah [9]: 103, QS al-Baqarah [2]: 267, dan QS al-Ḥasyr [59]: 7 dengan kerangka maqāṣid al-Shāṭibī dan Ibn ‘Āshūr. Zakat berfungsi melindungi harta (ḥifẓ al-māl) dan jiwa (ḥifẓ al-nafs) melalui redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan. Kharāj, yang berakar pada QS al-Ḥasyr [59]: 7, beroperasi sebagai pajak progresif untuk infrastruktur publik (ḥifẓ al-‘aql) dan urusan keagamaan (ḥifẓ al-dīn). Integrasi keduanya menghasilkan sinergi: zakat menangani kebutuhan dasar individu, kharāj membiayai barang publik jangka panjang. Tafsir maqāṣidī melahirkan kebijakan fiskal yang adil, kontekstual, dan berorientasi kemaslahatan. Implikasinya meliputi penyesuaian nisab zakat, integrasi administrasi zakat dan pajak di bawah Bayt al-Māl, serta penyusunan APBN berbasis maqāṣid.