Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat dan pendorong adopsi teknologi ramah ekosistem di kalangan masyarakat pesisir, dengan fokus pada UMKM perikanan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 menggunakan pendekatan ekonometrika lingkungan yang dipadukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap 150 UMKM perikanan dan dianalisis menggunakan model regresi logistik biner (Logit). Sementara itu, FGD melibatkan 30 pelaku UMKM, nelayan, dan pemangku kepentingan untuk menggali faktor kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi ramah ekosistem masih rendah (33%). Faktor pendorong utama adalah akses kredit (meningkatkan probabilitas adopsi sebesar 23%), pendapatan (18%), dan keanggotaan kelompok (15%). Sebaliknya, faktor penghambat terbesar adalah biaya investasi awal (menurunkan adopsi hingga 21%) dan ketidakpastian pasar (16%). FGD mengonfirmasi bahwa kurangnya teknisi, suku cadang, serta pengalaman buruk dengan teknologi sebelumnya turut menjadi penghambat signifikan. Peserta FGD mengusulkan skema kredit bunga 0%, bengkel bersama, sertifikasi produk ramah ekosistem, dan pelatihan praktik langsung. Simpulan pengabdian ini adalah bahwa intervensi pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan demonstrasi teknologi secara nyata merupakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk mempercepat adopsi teknologi ramah ekosistem di kawasan pesisir Pelabuhan Ratu. Kata kunci: ekonometrika lingkungan, adopsi teknologi ramah ekosistem, UMKM perikanan, FGD, Pelabuhan Ratu
Copyrights © 2026