Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat risiko transaksi eksportir menjadi kategori High Reliable (andal) atau Low Risk berdasarkan atribut Incoterms, syarat pembayaran, dan kapasitas logistik. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan instansi terkait dalam menentukan mitra ekspor yang dapat diandalkan untuk mendukung kebijakan pengembangan ekspor nasional. Metode penelitian menggunakan kerangka kerja CRISP-DM yang terdiri dari enam tahapan: pemahaman bisnis, pemahaman data, persiapan data, pemodelan, evaluasi, dan pemanfaatan hasil. Data yang digunakan berupa data eksportir Indonesia dan kode HS yang diintegrasikan menjadi satu dataset. Algoritma Random Forest diterapkan untuk membangun model klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun memiliki kinerja yang baik dalam membedakan eksportir yang andal dan yang berisiko. Atribut kapasitas produksi bulanan dan nilai barang per kilogram menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam penentuan tingkat keandalan eksportir.
Copyrights © 2026