Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam menjamin mutu pendidikan dasar. Meskipun telah diatur secara normatif, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian linearitas guru, distribusi tenaga yang belum merata, serta ketidakseimbangan beban kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar serta mengidentifikasi kesenjangan antara ketentuan normatif dan praktik di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua sekolah negeri. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola dan kesenjangan implementasi standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan standar secara administratif telah tercapai, namun belum sepenuhnya diikuti oleh kualitas implementasi yang optimal. Permasalahan utama meliputi distribusi tenaga pendidik yang belum merata, ketidaksesuaian bidang ajar, serta keterbatasan efektivitas pengembangan kompetensi. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi standar masih cenderung berorientasi administratif dan belum sepenuhnya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026