Penelitian ini mengkaji hubungan antara sentimen berita keuangan dan pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, pada periode Mei 2025 hingga Mei 2026. Sebanyak 3.113 artikel berita diklasifikasikan menggunakan model zero-shot berbasis mDeBERTa-v3 ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif (66,1%), negatif (31,3%), dan netral (2,6%). Penggunaan mDeBERTa-v3 tanpa proses fine-tuning dan tanpa kebutuhan data berlabel menjadi kontribusi penelitian ini dalam penerapan metode analisis sentimen yang lebih efisien pada pasar modal Indonesia. Compound score harian dihitung sebagai agregat skor sentimen dan dianalisis korelasinya terhadap harga penutupan dan return harian BBCA. Hasil analisis Pearson menunjukkan korelasi positif signifikan antara compound score harian dan return harian (r = 0,2446; p < 0,001), sedangkan korelasi sentimen lag D-1 terhadap return harian tidak signifikan (r = -0,0717; p = 0,2715), yang mengindikasikan bahwa pasar bereaksi pada hari yang sama dengan munculnya berita. Rolling correlation 30 hari menunjukkan hubungan yang bervariasi, berkisar antara -0,15 hingga 0,53 selama periode pengamatan. Evaluasi arah prediksi menggunakan sentimen lag D-1 menghasilkan akurasi sebesar 45,1%, sehingga sentimen berita tidak dapat diandalkan sebagai prediktor tunggal arah harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa sentimen berita memiliki hubungan yang signifikan dengan kondisi pasar pada hari yang sama, namun lebih tepat dimanfaatkan sebagai fitur pelengkap dalam model prediksi harga saham multivariat yang menggabungkan faktor teknikal, fundamental, dan variabel ekonomi lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan alternatif pendekatan analisis sentimen berbasis zero-shot yang lebih efisien untuk mendukung pengambilan keputusan di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026