Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi implementasi serta dampak penguatan student agency dalam pembelajaran di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional yang relevan, diterbitkan pada periode 2021–2026, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola implementasi dan implikasi student agency dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa student agency diimplementasikan melalui integrasi teknologi digital, seperti learning analytics dan pembuatan konten multimodal, serta penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri yang memberikan ruang bagi voice, choice, dan ownership siswa. Implementasi tersebut terbukti meningkatkan motivasi intrinsik, rasa ingin tahu, kegigihan belajar, dan keterlibatan siswa, sekaligus memperkuat peran student agency sebagai mediator antara praktik pembelajaran guru dan partisipasi aktif siswa. Namun, dimensi choice-making masih menjadi aspek yang paling lemah karena keterbatasan kurikulum formal. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan penguatan student agency memerlukan iklim sekolah yang kolaboratif serta perubahan peran guru sebagai fasilitator yang menyediakan scaffolding secara adaptif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru untuk merancang lingkungan belajar yang mampu mendukung otonomi siswa tanpa mengabaikan tuntutan kurikulum.
Copyrights © 2026