Transformasi pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi pedagogik yang mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, hasil analisis kebutuhan di SD Negeri 122371 Pematangsiantar menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran digital dan penerapan Flipped Classroom masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui workshop Flipped Classroom berbasis media pembelajaran digital. Kegiatan dilaksanakan pada 30–31 Januari 2026 dengan melibatkan 13 guru sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan analisis kebutuhan, penyampaian materi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menyusun rencana pembelajaran berbasis Flipped Classroom yang mengintegrasikan media pembelajaran digital. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep Flipped Classroom, keterampilan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta memberikan respons yang sangat positif terhadap pelaksanaan workshop. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop Flipped Classroom berbasis media pembelajaran digital efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan berpotensi menjadi salah satu model pengembangan profesional guru dalam mendukung implementasi pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026