Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT. Taspen (Persero) Kantor Cabang Utama Medan melalui pendekatan analisis rasio arus kas sebagai alternatif instrumen pengukuran kinerja keuangan perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis konten terhadap laporan keuangan perusahaan periode 2021 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan empat indikator rasio arus kas, yakni Rasio Arus Kas Operasi (AKO), Rasio Cakupan Arus Dana (CAD), Rasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB), dan Rasio Pengeluaran Modal (PM). Kriteria penilaian mengacu pada standar Darsono dan Ashari (2005), di mana nilai AKO yang baik berada di atas 1 kali, sementara nilai CAD, CKB, dan PM yang lebih tinggi mencerminkan kinerja yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai AKO selama periode pengamatan secara konsisten berada di bawah angka 1, yang mengindikasikan ketidakmampuan arus kas operasional dalam menutup seluruh kewajiban lancar tanpa dukungan dari aktivitas lainnya. Rasio CAD, CKB, dan PM mengalami penurunan sepanjang tahun 2021 hingga 2023 akibat lonjakan kewajiban yang tidak sebanding dengan pertumbuhan arus kas operasi, meskipun kemudian mengalami pemulihan pada tahun 2024. Penurunan tersebut didorong oleh peningkatan kewajiban, khususnya manfaat polis dan dana pensiun, yang tidak diimbangi oleh pertumbuhan arus kas operasional secara proporsional. Secara keseluruhan, perusahaan dinilai belum mengoptimalkan penggunaan rasio arus kas sebagai instrumen formal dalam pengukuran kinerja keuangannya.
Copyrights © 2026