Perkembangan pesat Lembaga Keuangan Islam (IFI) yang meliputi perbankan Islam, asuransi Islam (takaful), dan lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) telah menghasilkan kebutuhan mendesak akan sumber daya manusia yang tidak hanya mahir secara teknis tetapi juga berlandaskan moral pada nilai-nilai Islam. Studi ini meneliti integrasi dua nilai dasar Islam, Amanah (kepercayaan dan pertanggungjawaban) dan Jadi (keadilan dan kesetaraan), dalam kerangka Manajemen Sumber Daya Manusia di IFI yang dalam literatur manajemen Islam disebut sebagai Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi SDM, anggota dewan pengawas Syariah, dan karyawan operasional di tiga IFI di Jawa Timur, Indonesia, yang dilengkapi dengan analisis dokumen kebijakan SDM institusional. Temuan menunjukkan bahwa Amanah dan Jadi bukan hanya nilai dekoratif tetapi berfungsi sebagai jangkar operasional yang tertanam di seluruh siklus SDM dari perekrutan dan pelatihan hingga kompensasi, penilaian kinerja, dan hubungan karyawan. Ketika diinternalisasi secara otentik, nilai nilai ini secara signifikan mengurangi perilaku moral hazard, meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan serta memperkuat reputasi institusional di antara para pemangku kepentingan dan pelanggan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan implementasi yang terus berlanjut, termasuk kepatuhan simbolis, infrastruktur pelatihan yang tidak memadai untuk kompetensi ganda, dan mekanisme akuntabilitas yang tidak mencukupi. Penelitian ini memberikan kerangka kerja MSDI kontekstual yang berlandaskan maqashid al-Shariah, menawarkan perspektif baru bagi praktisi dan cendekiawan IFI yang berupaya menjembatani etika Islam dan manajemen SDM kontemporer.
Copyrights © 2026