Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tafsir Ruh al-Ma’ani karya Al-Alusi melalui pendekatan integratif yang memadukan dimensi biografis, kontekstual, dan metodologis. Dengan metode studi pustaka kualitatif dan analisis isi interpretatif terhadap teks primer dan sekunder, kajian ini mengungkap bahwa karya tersebut bukan semata produk keilmuan, melainkan sebuah strategi diplomasi intelektual. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Krisis biografis pasca pemecatan Al-Alusi termanifestasi dalam narasi mimpi ilahiah di muqaddimah sebagai upaya membangun legitimasi sakral; (2) Tekanan konteks Tanzimat direspons melalui dedikasi politik kepada Sultan sekaligus penegasan otonomi intelektual; (3) Sintesis metodologis riwayah, dirayah, dan isyari yang disengaja berfungsi membangun persona al-’alim al-kamil untuk menangkis stigma Wahhabisme dan menegaskan relevansi otoritas ulama. Simpulan studi menegaskan Ruh al-Ma’ani sebagai dokumen perjuangan intelektual yang merekam negosiasi kompleks dalam medan kekuasaan yang berubah. Penelitian ini berkontribusi pada metodologi pembacaan kontekstual terhadap karya kanonik Islam.
Copyrights © 2026