Kajian ini mengevaluasi otoritas Kutub al-Sittah dalam struktur kanon hadis Sunni. Enam kitab hadis utama menempati posisi otoritatif setelah Al-Qur’an dalam tradisi keilmuan Islam. Otoritas tersebut terbentuk melalui proses historis, metodologis, dan penerimaan ilmiah para ulama hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan historis, analitis, dan komparatif terhadap literatur hadis klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas Kutub al-Sittah dibangun di atas kritik sanad dan matan yang ketat, kredibilitas para penyusunnya, serta penerimaan luas dalam tradisi intelektual Islam. Namun, kajian hadis kontemporer tetap memerlukan pendekatan kritis dan kontekstual. Dengan demikian, Kutub al-Sittah tetap otoritatif, tetapi perlu dibaca dengan analisis akademik yang proporsional.
Copyrights © 2026