Ilmu Tajwid merupakan ilmu dasar membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih, dan sesuai kaidah, yang mencakup pengucapan huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) beserta sifat-sifatnya. Secara bahasa, tajwid berarti memperbaiki bacaan, sementara secara istilah meliputi haqqul huruf (sifat asli huruf dan makharijul huruf) serta mustahaqqul huruf (hukum tambahan seperti mad, ghunnah, dan lainnya). Ruang lingkupnya terbagi dua: haqqul huruf yang wajib ada pada setiap huruf, dan mustahaqqul huruf yang muncul kondisional (misalnya izhar, ikhfa', idgham, iqlab, qalqalah). Tujuan mempelajarinya adalah membaca Al-Qur'an secara tartil seperti ajaran Rasulullah SAW, menjaga dari kesalahan pelafalan yang dapat ubah makna, serta memelihara bacaan dari perubahan. Hukumnya fardhu kifayah untuk mempelajari, tetapi fardhu 'ain untuk membaca Al-Qur'an sesuai kaidahnya. Macam-macam hukum bacaan meliputi: (1) Nun sukun/tanwin (5 hukum: izhar halqi, idgham bighunnah/bilaghunnah, ikhfa', iqlab); (2) Mim/nun bertasydid/ghunnah; (3) Mim sukun (idgham mimi, ikhfa' syafawi, izhar syafawi); (4) Al-Ta'rif (qomariyah dan syamsiyah); serta (5) Mad thabi'i (panjang 2 harakat). Pemahaman ini krusial bagi umat Islam untuk menjadikan bacaan Al-Qur'an sebagai ibadah sempurna, dengan referensi dari berbagai sumber seperti Amir (2019), Wahyudi (2007), dan Nur'aini (2020). Kata Kunci: Ilmu Tajwid, haqqul huruf, mustahaqqul huruf, hukum bacaan, Al-Qur'an.
Copyrights © 2026