Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga kasus pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dari perspektif teori kognitif, yaitu: (1) siswa menghafal materi Aqidah namun mengalami kesulitan dalam memahaminya; (2) siswa kesulitan memahami materi Fiqh yang bersifat abstrak; dan (3) siswa merasa sulit menghubungkan nilai-nilai Akhlak dengan perilaku sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa mata pelajaran Aqidah, Fiqh, dan Akhlak melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kesulitan belajar adalah pengajaran yang berorientasi pada hafalan, kurangnya pendekatan kontekstual, pengalaman dunia nyata yang tidak memadai, serta penilaian yang hanya menekankan aspek kognitif tingkat rendah (mengingat dan memahami). Solusi yang diusulkan berdasarkan teori kognitivisme meliputi pembelajaran kontekstual (CTL), model pembelajaran berbasis masalah (PBL), refleksi kognitif, penggunaan media konkret, dan penilaian otentik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan sistematis teori kognitivisme dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.
Copyrights © 2026