Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa fase C sekolah dasar serta mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memenuhi indikator berpikir kreatif matematis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek 19 siswa kelas V dan VI SD. Instrumen berupa lima soal uraian terbuka berdasarkan indikator fluency, flexibility, elaboration, originality, serta kombinasi fluency dan flexibility. Data dikumpulkan melalui jawaban tertulis, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil: Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa bervariasi. Pada indikator fluency, sebagian besar siswa mampu menghasilkan jawaban yang logis dan benar, namun tingkat kelancaran berbeda antarsiswa. Pada flexibility, hanya siswa berkemampuan tinggi yang menggunakan berbagai pendekatan, sementara siswa berkemampuan sedang dan rendah terpaku pada satu strategi. Indikator elaboration menunjukkan bahwa banyak siswa kesulitan menjelaskan langkah penyelesaian secara sistematis. Originality menjadi tantangan terbesar; hanya sedikit siswa yang mampu menghasilkan soal cerita unik tanpa meniru contoh. Simpulan: Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa fase C masih terbatas dan belum merata, terutama pada indikator originality dan elaboration. Siswa memahami konsep dasar dan mampu memberikan jawaban benar, tetapi kemampuan mengembangkan ide secara beragam, terstruktur, dan inovatif perlu ditingkatkan. Pembelajaran matematika perlu dirancang dengan soal terbuka, pembiasaan menuliskan proses berpikir secara rinci, serta pemberian ruang diskusi dan kebebasan berpikir.
Copyrights © 2026