Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF TENTANG ANALISIS INDIKATOR BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA FASE C Tasyafa’a Arrizqiyah; Muhammad Rayhan Nouval Arrasy; Olivia Afkarina; Neni Mariana; Nurul Rafiqah Nasution
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 2: In Progress (Juli - Desember 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/45cprn84

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa fase C sekolah dasar serta mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memenuhi indikator berpikir kreatif matematis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek 19 siswa kelas V dan VI SD. Instrumen berupa lima soal uraian terbuka berdasarkan indikator fluency, flexibility, elaboration, originality, serta kombinasi fluency dan flexibility. Data dikumpulkan melalui jawaban tertulis, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil: Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa bervariasi. Pada indikator fluency, sebagian besar siswa mampu menghasilkan jawaban yang logis dan benar, namun tingkat kelancaran berbeda antarsiswa. Pada flexibility, hanya siswa berkemampuan tinggi yang menggunakan berbagai pendekatan, sementara siswa berkemampuan sedang dan rendah terpaku pada satu strategi. Indikator elaboration menunjukkan bahwa banyak siswa kesulitan menjelaskan langkah penyelesaian secara sistematis. Originality menjadi tantangan terbesar; hanya sedikit siswa yang mampu menghasilkan soal cerita unik tanpa meniru contoh. Simpulan: Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa fase C masih terbatas dan belum merata, terutama pada indikator originality dan elaboration. Siswa memahami konsep dasar dan mampu memberikan jawaban benar, tetapi kemampuan mengembangkan ide secara beragam, terstruktur, dan inovatif perlu ditingkatkan. Pembelajaran matematika perlu dirancang dengan soal terbuka, pembiasaan menuliskan proses berpikir secara rinci, serta pemberian ruang diskusi dan kebebasan berpikir.
PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU SD KABUPATEN BLITAR Wiryanto Wiryanto; Zaenal Abidin; Ramadhan Kurnia Habibie; Neni Mariana; Ika Rahmawati; Vivi Astuti Nurlaily; Nurul Rafiqah Nasution; Pradina Parameswari; Ulumah Ummah; Rafi Afrizal Saputra; Ahmad Rafi Garizah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62191

Abstract

Guru sekolah dasar dituntut memiliki kompetensi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Namun, hasil analisis kebutuhan di Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mendominasi pembelajaran dengan metode ceramah serta belum optimal dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi mengajar guru sekolah dasar melalui pelatihan penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, yaitu Realistic Mathematics Education (RME), Open-Ended Learning, Flipped Classroom, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, penyampaian materi, demonstrasi, penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi pembelajaran, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 40 guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, angket respons peserta, serta tes awal dan tes akhir untuk mengukur peningkatan kompetensi guru. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan model pembelajaran inovatif. Rata-rata nilai kompetensi guru meningkat dari 58,6 pada pretest menjadi 87,9 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan model RME, Open-Ended Learning, Flipped Classroom, STEM, dan PjBL sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di sekolah dasar. Respons peserta terhadap pelatihan menunjukkan kategori sangat baik dengan tingkat kepuasan lebih dari 95%. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta mendukung implementasi pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.