Ezra Science Bulletin
Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026

TRANSMISI TARI PODANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DI NAGARI KOTO NAN GADANG KOTA PAYAKUMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT

Ayu Maharani (Institut Seni Indonesia Padangpanjang)
Muhammad Fikri (Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia)
Auliana Mukhti Maghfirah (Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia)
Suaida (Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transmisi Tari Podang sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Nagari Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, serta mengidentifikasi hambatan dalam keberlanjutannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara bersama pihak Dinas Pariwisata, masyarakat, penari, serta dua maestro Tari Podang, yaitu Bapak Dt. Lelo Sati dan Bapak Dt. Bijo Nan Hitam. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen kebudayaan terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transmisi Tari Podang di Sanggar Puti Elok berlangsung melalui empat jalur utama. Pertama, transmisi vertikal secara antargenerasi dari maestro ke murid. Kedua, transmisi material dan simbolik berupa pemenuhan syarat adat seperti bareh sagantang, sakabuang kain putiah, pitih sapiek, dan ritual darah ayam sebagai pengikat komitmen moral. Ketiga, transmisi praktik tubuh melalui metode demonstrasi dan peniruan gerak silat baku. Keempat, transmisi institusional melalui pengelolaan sanggar seni.Meskipun telah resmi ditetapkan sebagai WBTB Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 315/M/2023, proses regenerasi tarian ini menghadapi hambatan serius. Faktor internal berupa ketatnya aturan pakem, keharusan menguasai kuda-kuda rendah (stralak), penggunaan properti pedang, serta keterbatasan jumlah pewaris utama membuat tarian ini terkesan monoton bagi generasi muda. Faktor eksternal seperti pergeseran selera seni remaja ke arah modern, gempuran tren digital, serta belum meratanya pengetahuan masyarakat Payakumbuh turut memperlambat perluasan ilmu. Untuk mengatasinya, sanggar melakukan strategi adaptasi dengan membuka akses bagi penari perempuan demi menjaga keberlanjutan tradisi agar tidak punah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ezrascibin

Publisher

Subject

Arts Humanities Computer Science & IT Social Sciences Other

Description

Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical ...