Penciptaan ini berjudul “Silek Kuciang Bagaluik dalam Fotografi Dokumenter” dan dikemas dalam bentuk photo story yang mengangkat keberadaan Silek Kuciang Bagaluik sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Silek Kuciang Bagaluik tidak hanya dipahami sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta media pewarisan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda. Di era modern saat ini, keberadaan silek tradisional menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola hidup masyarakat dan menurunnya minat sebagian generasi muda terhadap budaya lokal. Melalui pendekatan fotografi dokumenter, karya ini mendokumentasikan aktivitas latihan, hubungan antara guru dan murid, nilai-nilai filosofis, serta kehidupan sosial yang terdapat dalam Perguruan Silek Kuciang Bagaluik. Proses penciptaan karya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemotretan secara langsung untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna dan praktik silek dalam kehidupan masyarakat. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Silek Kuciang Bagaluik sebagai identitas budaya Minangkabau serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi tersebut agar tetap lestari di masa yang akan datang.
Copyrights © 2026