p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ezra Science Bulletin
Ivan Saputra
Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUMAH PANGGUNG TRADISIONAL SEBERANG KOTA JAMBI DALAM FOTOGRAFI ARSITEKTUR Dian Ramadhani; Ivan Saputra
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.608

Abstract

Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Jambi yang memiliki nilai historis, arsitektural dan budaya yang tinggi. Keunikan bentuk bangunan, tata ruang, konstruksi kayu, serta ragam hiasnya mencerminkan identitas masyarakat setempat. Namun, perkembangan arsitektur modern menyebabkan keberadaan rumah panggung tradisional semakin berkurang sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pelestarian melalui media visual. Penciptaan karya ini bertujuan menyajikan Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi ke dalam karya fotografi arsitektur yang mampu menampilkan nilai estetika, fungsi, dan karakter arsitektur bangunan secara visual. Landasan teori yang digunakan meliputi teori fotografi arsitektur yang mencakup fotografi eksterior, interior dan detail arsitektur, teori tata cahaya (available light, artificial light, dan mix lighting), teori aerial photography, teori artefak budaya, teori komposisi fotografi, serta konsep foto seri sebagai pendekatan penyajian karya. Metode penciptaan yang diterapkan terdiri atas tahapan eksplorasi, persiapan melalui observasi, studi literatur dan wawancara, dilanjutkan dengan perancangan konsep karya, proses perwujudan melalui pemotretan, seleksi foto, pengolahan digital, hingga penyajian karya dalam bentuk pameran. Teknik fotografi yang digunakan meliputi pemotretan eksterior, interior dan detail dengan penerapan komposisi rule of thirds, leading lines, perspektif, high angle, low angle, eye level, aerial photography menggunakan drone, serta teknik mix lighting pada pemotretan interior. Hasil penciptaan menghasilkan 26 karya fotografi arsitektur yang mendokumentasikan empat Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi di Kelurahan Kampung Tengah, Kelurahan Jelmu dan Kelurahan Ulu Gedong. Karya-karya tersebut menampilkan karakter visual bangunan melalui pendekatan eksterior, interior, detail arsitektur dan foto seri sehingga mampu merepresentasikan bentuk, fungsi, struktur, material, serta ragam hias rumah panggung sebagai identitas budaya Melayu Jambi. Melalui penciptaan ini, fotografi arsitektur diharapkan menjadi media dokumentasi visual sekaligus sarana pelestarian dan pengenalan warisan budaya kepada masyarakat secara lebih luas.
SILEK KUCIANG BAGALAUIK DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Muhammad Aris Hendra; Ivan Saputra
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.610

Abstract

Penciptaan ini berjudul “Silek Kuciang Bagaluik dalam Fotografi Dokumenter” dan dikemas dalam bentuk photo story yang mengangkat keberadaan Silek Kuciang Bagaluik sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Silek Kuciang Bagaluik tidak hanya dipahami sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta media pewarisan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda. Di era modern saat ini, keberadaan silek tradisional menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola hidup masyarakat dan menurunnya minat sebagian generasi muda terhadap budaya lokal. Melalui pendekatan fotografi dokumenter, karya ini mendokumentasikan aktivitas latihan, hubungan antara guru dan murid, nilai-nilai filosofis, serta kehidupan sosial yang terdapat dalam Perguruan Silek Kuciang Bagaluik. Proses penciptaan karya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemotretan secara langsung untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna dan praktik silek dalam kehidupan masyarakat. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Silek Kuciang Bagaluik sebagai identitas budaya Minangkabau serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi tersebut agar tetap lestari di masa yang akan datang.