Industri rumah tangga pengolahan pangan skala kecil kerap menghadapi ketidakstabilan pasokan bahan baku dan fluktuasi harga akibat kondisi musiman, sebagaimana dialami Industri Rumah Tangga Rio R.M di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, yang juga menghadapi kenaikan harga bahan penolong, persaingan pasar yang ketat, keterbatasan jangkauan pemasaran, serta kesulitan menentukan harga jual. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha, serta mengidentifikasi kendala utama dalam produksi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada Oktober–Desember 2024 di rumah industri milik Ibu Yuliantin. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi tiga jenis keripik (pare, pisang, keladi) selama periode tersebut sebesar Rp3.272.900, dengan total penerimaan Rp8.970.000 dan keuntungan Rp5.697.100 dari 696 pcs terjual. Keripik pare memberikan kontribusi penerimaan dan keuntungan tertinggi karena volume penjualannya terus meningkat, sementara biaya bahan penolong seperti minyak goreng menjadi komponen biaya produksi terbesar. Nilai rata-rata Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 2,74 (>1) menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak dikembangkan. Temuan ini menegaskan bahwa Industri Rumah Tangga Rio R.M layak dipertahankan sebagai usaha yang menguntungkan secara ekonomi, dengan pengembangan keripik pare sebagai produk unggulan dan efisiensi biaya bahan penolong sebagai strategi menjaga keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026