Umi Salawati
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Preferensi Konsumen Pembelian Beras di Toko Ipul Pasar Bauntung Kota Banjarbaru Bintang Putri Perdana Singgih; Mariani Mariani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, keputusan, dan preferensi konsumen dalam membeli beras di Toko Beras Ipul, Pasar Tradisional Modern Bauntung Kota Banjarbaru. Kebutuhan akan beras yang bervariasi jenis, mutu, dan pengemasan mendorong perubahan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh dari 50 responden melalui penyebaran kuesioner menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan frekuensi karakteristik dan kecenderungan preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berusia 30–34 dan 45–49 tahun (masing-masing 16%), berjenis kelamin perempuan (68%), bekerja tetap (58%), berpendapatan > Rp3.500.000 (42%), dan berpendidikan SMA sederajat (44%). Keputusan pembelian didominasi oleh konsumen lokal (50%) dengan pertimbangan utama kualitas beras (60%) untuk konsumsi keluarga (60%). Preferensi konsumen menunjukkan bahwa jenis beras lokal lebih disukai (39%), namun komposisi konsumsi saat dimasak cenderung menggunakan beras non-lokal (46%). Sebagian besar konsumen membeli beras secara eceran (44%) dengan frekuensi pembelian seminggu sekali (42%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor demografis dan atribut beras mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi pedagang dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan segmentasi pasar.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Sayur Selada Hidroponik (Studi Kasus Mentaya Ponik) Tiara Salsabila Alfitri; Muhammad Fauzi; Umi Salawati
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i2.24615

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis atribut sayur selada hidroponik yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut sayur selada hidroponik yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian di Mentaya Ponik Kota Sampit. Metode pengambilan sampel dengan metode accedintal sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang, Analisis data yang digunakan adalah multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahawa atribut sayur selada hidroponik yang menjadi preferensi konsumen Mentaya Ponik adalah daun berwarna hijau muda, dengan fisik daun lebar, tidak sobek dan tidak berlubang, jumlah daun banyak, kesegaran daun < 3 hari, ukuran batang besar, dan kemasan yang dipajang atau disimpan di instalasi. Atribut yang paling dipertimbangkan konsumen berturut-turut adalah fisik daun, warna daun, kessegaran daun, kemasan, jumlah daun, dan ukuran batang.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Bokar Menjadi Karet Remah pada PT Darma Kalimantan Jaya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Assyifa Azmi; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v10i1.16063

Abstract

Analisis nilai tambah merupakan alat penting untuk menilai efisiensi dan kontribusi ekonomi industri pengolahan hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi alur proses pengolahan dan menganalisis nilai tambah dari bokar menjadi karet remah di PT Darma Kalimantan Jaya, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan periode analisisnya adalah satu kali proses produksi pada bulan Desember 2024. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak perusahaan, yaitu dengan kepala bagian umum perusahaan menggunakan kuisioner yang sudah disiapkan. Sedangkan data sekunder didapat dari buku-buku literatur, jurnal, artikel, dan dokumentasi pada pabrik PT Darma Kalimantan Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pengolahan karet remah pada PT Darma Kalimantan Jaya terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu proses penerimaan bahan baku, proses basah, proses kering, serta pengemasan dan penyimpanan. Nilai tambah yang dihasilkan PT Darma Kalimantan Jaya untuk satu kali produksi karet remah sebesar Rp10.574/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 43% (tinggi) Nilai tambah tersebut kemudian didistribusikan sebagai imbalan tenaga kerja sebesar Rp6.546/kg atau sebesar 62% dan keuntungan industri sebesar Rp4.028/kg atau sebesar 38%, menandakan bahwa industri ini tergolong padat karya dan berkontribusi nyata terhadap pendapatan tenaga kerja lokal.
Analisis Kelayakan Usaha Pada Industri Rumah Tangga Rio R.M di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru Assyfha Adya Putri; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18053

Abstract

Industri rumah tangga pengolahan pangan skala kecil kerap menghadapi ketidakstabilan pasokan bahan baku dan fluktuasi harga akibat kondisi musiman, sebagaimana dialami Industri Rumah Tangga Rio R.M di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, yang juga menghadapi kenaikan harga bahan penolong, persaingan pasar yang ketat, keterbatasan jangkauan pemasaran, serta kesulitan menentukan harga jual. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha, serta mengidentifikasi kendala utama dalam produksi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada Oktober–Desember 2024 di rumah industri milik Ibu Yuliantin. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi tiga jenis keripik (pare, pisang, keladi) selama periode tersebut sebesar Rp3.272.900, dengan total penerimaan Rp8.970.000 dan keuntungan Rp5.697.100 dari 696 pcs terjual. Keripik pare memberikan kontribusi penerimaan dan keuntungan tertinggi karena volume penjualannya terus meningkat, sementara biaya bahan penolong seperti minyak goreng menjadi komponen biaya produksi terbesar. Nilai rata-rata Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 2,74 (>1) menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak dikembangkan. Temuan ini menegaskan bahwa Industri Rumah Tangga Rio R.M layak dipertahankan sebagai usaha yang menguntungkan secara ekonomi, dengan pengembangan keripik pare sebagai produk unggulan dan efisiensi biaya bahan penolong sebagai strategi menjaga keberlanjutan usaha.