Kemiskinan masih menjadi tantangan pembangunan di Indonesia sehingga diperlukan kebijakan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu upaya pemerintah adalah Program Bantuan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang bertujuan mengembangkan usaha mikro bagi masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program PENA dalam pengembangan usaha mikro di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis implementasi mengacu pada model Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PENA telah berjalan cukup baik melalui komunikasi yang efektif, dukungan sumber daya, komitmen pelaksana, serta koordinasi antarlembaga yang jelas. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas manajerial pelaku usaha, keterbatasan akses pemasaran, kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha, dan terbatasnya jumlah pendamping. Oleh karena itu, penguatan pendampingan, peningkatan kapasitas kewirausahaan, dan perluasan akses pasar diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program dalam mendukung pengembangan usaha mikro dan pengentasan kemiskinan.
Copyrights © 2026