Cake merupakan produk bakery yang diklasifikasikan sebagai produk panggang berpori (aerated baked good), di mana mutu produk dipengaruhi oleh metode pencampuran yang diterapkan selama proses pembuatan adonan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh metode pencampuran creaming, all-in, dan sponge terhadap karakteristik fisik serta tingkat penerimaan sensori cake. Analisis yang dilakukan meliputi pengukuran volume, pengamatan tekstur remah (crumb), analisis warna menggunakan sistem L*a*b*, serta uji sensori melalui pengujian hedonik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sponge menghasilkan volume tertinggi sebesar 962,81 ± 7,60 cm³, diikuti oleh metode creaming sebesar 620,15 ± 7,07 cm³ dan metode all-in sebesar 568,51 ± 4,27 cm³. Nilai L* tertinggi diperoleh pada metode creaming yaitu sebesar 66,77 ± 0,57. Evaluasi deskriptif menunjukkan bahwa metode creaming menghasilkan cake yang lembut dengan tekstur halus dan struktur remah (crumb) yang baik. Metode all-in menghasilkan tekstur yang lebih padat dan lembap, sedangkan metode sponge menghasilkan volume tertinggi namun memiliki pori-pori yang lebih kasar dan tekstur yang sedikit lebih keras. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa cake yang dibuat dengan metode creaming memperoleh tingkat penerimaan sensori tertinggi pada seluruh atribut, dengan nilai rata-rata sebesar 4 (suka). Secara keseluruhan, metode creaming diidentifikasi sebagai teknik pencampuran yang paling efektif untuk menghasilkan cake dengan mutu fisik dan sensori yang diinginkan.
Copyrights © 2026