Interprofessional Collaboration (IPC) di rumah sakit merupakan strategi kritis untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang melandasinya, khususnya budaya caring. Tujuan: Memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran budaya caring dalam mendukung implementasi IPC di rumah sakit, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan Scoping review dilakukan mengikuti kerangka Arksey and O'Malley yang disempurnakan Levac et al. dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, CINAHL, Google Scholar, dan SINTA periode 2021–2026. Sebanyak 55 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi Lima tema utama teridentifikasi: (1) komunikasi efektif berbasis SBAR; (2) budaya organisasi, kepercayaan, dan kepemimpinan kolaboratif; (3) budaya caring dan kepuasan pasien; (4) integrasi teori caring Jean Watson dalam praktik kolaboratif; dan (5) hambatan struktural IPC. Internalisasi nilai-nilai caring terbukti memperkuat koordinasi interprofesional dan menurunkan hambatan hierarki profesi. Budaya caring merupakan fondasi esensial yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam IPC di rumah sakit. Pengembangan standar perilaku kolaboratif berbasis caring dan penguatan Interprofessional Education (IPE) sangat direkomendasikan.
Copyrights © 2026