Jalan raya merupakan infrastruktur vital yang mendukung distribusi barang, mobilitas manusia, dan pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, lebih dari 90% jaringan jalan menggunakan perkerasan lentur dengan campuran aspal sebagai lapis permukaan. Kinerja perkerasan lentur sangat dipengaruhi oleh durabilitas campuran aspal terhadap kondisi lingkungan dan beban lalu lintas berulang. Salah satu jenis lapis perkerasan aspal beton adalah Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Pada penelitian ini, kinerja durabilitas diuji dengan cara merendam 0 hari, 1 hari, 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 17 hari. Kinerja durabilitas campuran HRS-WC berupa Indeks Kekuatan Sisa (IKS), Indeks Durabilitas dan kurva keawetan. Hasil penelitian memperlihatkan nilai IKS berkurang dengan bertambahnya masa perendaman, di mana pada 1 hari perendaman menjadi 93,68%, pada 3 hari perendaman menjadi 92,74%, pada 7 hari perendaman menjadi 91,33%, pada hari ke-14 menjadi 83,18%, dan pada hari ke-17 menjadi 83,11%. Nilai IDP yang dihasilkan adalah 0,353% dan nilai IDK yang dihasilkan sebesar 8,004%. Hasil nilai IKS campuran HRS-WC ini yang memenuhi standar Bina Marga hanya sampai hari ke-7. Nilai IDP dan IDK yang positif menunjukkan terjadi kehilangan kekuatan pada campuran.
Copyrights © 2026