Negeri 1 Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas serta dampaknya terhadap solidaritas sosial dalam kelompok sebaya (peer group). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif wawancara mendalam dengan siswa, orang tua dan guru, serta analisis dokumen sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa status sebagau “anak emas” tidak hanya dilekatkan oleh institusi keluarga, tetapi secara sistematis dikontruksi dan direproduksi oleh lembaga pendidikan melalui mekanisme pemberian label keistimewaan akademik dan non-akademik serta perlakuan diferensiatif. Temuan menunjukan bahwa konstruksi tersebut secara paradoksal justru melemahkan solidaritas sosial peer group, memicu kecemburuan sosial dan kompetisi tidak sehat, serta berpotensi mengisolasi siswa yang teridentifikasi sebagai “anak emas”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekolah tidak berfungsi sebagai ruang pembentukan ikatan sosial yang egaliter, melainkan sebagai arena reproduksi hierarki melalui praktik labeling dan marginalisasi simbolik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi pedagogis yang menekankan kerja sama kolektif dan penghapusan pratik labeling di lembaga pendidikan.
Copyrights © 2026