Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima orang tua anak usia sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh dan perkembangan psikososial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis (otoritatif), yang ditandai dengan komunikasi terbuka, kedekatan emosional, batasan yang jelas, dan dorongan kemandirian anak. Pola asuh ini terbukti secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial, empati, kepercayaan diri, dan stabilitas emosional anak. Beberapa orang tua juga menerapkan pola asuh otoriter, yang ditandai dengan kontrol yang ketat, aturan yang tegas, dan ruang yang sempit bagi anak untuk mengungkapkan pendapat. Pola asuh ini cenderung membuat anak lebih patuh, tetapi kurang percaya diri, rentan terhadap kecemasan, dan memiliki kemampuan regulasi emosi yang lemah. Sementara itu, sebagian kecil subjek menerapkan pola asuh permisif, yang ditandai dengan kebebasan berlebihan tanpa batasan yang jelas, sehingga anak kurang disiplin, sulit mengendalikan diri, dan lebih impulsif.
Copyrights © 2026