Gangguan stres pascatrauma (PTSD) merupakan gangguan psikiatri yang dapat terjadi setelah paparan peristiwa traumatis, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pandemi COVID-19 meningkatkan risiko terjadinya PTSD akibat tingginya angka kematian serta paparan berulang terhadap kematian di lingkungan masyarakat. Dilaporkan kasus seorang perempuan berusia 43 tahun dengan keluhan kecemasan persisten, nyeri kepala, mimpi buruk, serta bayangan berulang terkait kematian. Gejala tersebut timbul setelah mengalami paparan berulang terhadap kematian selama pandemi COVID-19, berupa menyaksikan beberapa kematian secara langsung dan sering menerima berita kematian dari masyarakat sekitarnya. Gejala juga disertai perilaku menghindar terhadap aktivitas sosial dan pemicu yang berkaitan dengan kematian. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) sebagai PTSD. Pasien mendapatkan terapi farmakologis berupa fluoksetin dan diazepam, serta intervensi psikososial berupa psikoedukasi dan dukungan keluarga. Perbaikan klinis dicapai setelah terapi, meskipun sempat terjadi kekambuhan akibat ketidakpatuhan pengobatan.
Copyrights © 2026