Perumahan Jatibening Permai di Kota Bekasi selalu mengalami masalah banjir setiap tahunnya. Hal ini ditengarai karena kurang optimalnya fungsi saluran drainase akibat kapasitas yang tidak mencukupi, beberapa segmen drainase yang tidak seragam, dan kurangnya resapan. Perumahan ini hanya memiliki 1 ruang terbuka hijau untuk resapan berupa sebuah taman perumahan. Minimnya lahan resapan pada kawasan ini menyebabkan berkurangnya daerah resap air hujan sehingga air hanya mengalir menuju saluran drainase konvensional saja. Di sisi lain, kondisi saluran drainase eksisting yang buruk serta curah hujan yang tinggi menyebabkan limpasan air tidak dapat diatasi dengan optimal sehingga membentuk genangan pada daerah ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengevaluasi sistem drainase eksisting dan merancang sistem drainase baru dengan konsep Low-Impact Development (LID).Penelitian mencakup analisis hidrologi debit banjir rencana, analisis hidrolika, dan pemodelan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan 51 saluran drainase rawan meluap serta 7 titik genangan dengan total volume genangan sebesar 1027 m³. Penanganan yang dilakukan meliputi pelebaran dimensi saluran guna menambah kapasitas saluran dan pembuatan 31 sumur resapan guna membantu menampung limpasan air hujan. Penggunaan konsep LID terbukti efektif mereduksi volume genangan hingga 100% serta meningkatkan kapasitas drainase dalam mengatasi debit banjir rencana sebagai solusi berkelanjutan dalam menangani risiko genangan
Copyrights © 2026