Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)

Analisis Physical Self-Perception dan Pentingnya Atribut Fisik Pada Atlet Para Badminton Nasional

Khalimatus Sadiyah (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta)
Joko Sulistyono (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta)
Risa Agus Teguh Wibowo (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2026

Abstract

Para Badminton Nasional di level internasional mensyaratkan komitmen fisik dan resiliensi psikologis yang tinggi untuk mentransformasikan keterbatasan fungsional menjadi modal prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deskriptif komprehensif mengenai tingkat kompetensi fisik, tingkat pentingnya atribut fisik, serta analisis kesenjangan (discrepancy score) pada setiap sub-domain Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R) versi 48 item yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta memiliki reliabilitas empiris yang sangat tinggi (α = 0.987). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada profil kompetensi fisik aktual, dimensi kekuatan otot murni (physical strength) menjadi determinan utama pembentukan power-confidence (Mean = 20.44), diikuti dominasi kategori sedang-tinggi pada kompetensi olahraga (sport competence) sebesar 83.33%. Pada skala kepentingan, atlet melakukan sentralisasi prioritas tertinggi pada sport competence (Mean = 20.17) dan physical strength (Mean = 19.78). Melalui analisis kesenjangan, mayoritas atlet (77.78%) berada pada karakteristik “Stabil-Kongruen” dengan konsentrasi skor kesenjangan di angka nol (Δ = 0). Namun demikian, fungsi diagnostik instrumen berhasil mendeteksi “Zona Bahaya” pada sekelompok kecil atlet (11.11%) yang mengalami kesenjangan negatif signifikan (Δ = -18 s.d. -9). Penelitian ini menegaskan bahwa kongruensi yang tinggi antara kapasitas riil (kompetensi) dan ekspektasi subjektif (kepentingan) berhasil membentuk physical self-worth yang kokoh dan bertindak sebagai buffer kognitif mitigator kecemasan. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat model hierarkis konsep diri fisik pada populasi disabilitas elit, sedangkan implikasi praktisnya memberikan peta diagnostik berbasis data (evidence-based) bagi NPCI untuk merancang intervensi kognitif-perilaku terfokus pada atlet yang berada di zona kerentanan emosional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijst

Publisher

Subject

Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Health Professions Public Health

Description

The IJST Journal is a journal that focuses on: 1. Physical Education 2. Sports Tourism 3. Sport Coaching 4. Physical Activities 5. Sports Biomechanics 6. Sports Pedagogy 7. Sports Physiology 8. Sports Psychology 9. Traditional Sports 10. Sports Health 11. Sports ...