Latar belakang: Cervical Root Syndrome kondisi tubuh posisi abnormal akibat tekanan pada akar saraf serviks akibat trauma pada diskus intervertebralis di leher. Faktornya peradangan,cedera,osteoartritis, gangguan nyeri myofascial,spasme dan proses degeneratif. Prevalensi penderita 16,6% orang berumur mengalami ketidaknyamanan di leher pertahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita. Tujuan: untuk memberikan informasi efektif transcutaneus electrical nerve stimulation, microwave diathermy, dan terapi latihan dalam mengurangi intensitas sakit, meningkatkan lingkup gerak sendi, daya tahan otot, serta memperbaiki aktivitas fungsional. Metode: Metode yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah studi kasus. Data pasien didapatkan melewati anamnesis,pemeriksaan fisioterapi,serta penatalaksanaan fisioterapi dipoli rehabilitasi RSUD Salatiga.Informasi didapatkan dari pasien poli fisioterapi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukan adanya perubahan intensitas sakit, peningkatan daya tahan otot,peningkatan lingkup gerak sendi, serta perubahan dalam aktivitas fungsional. Kesimpulan: Setelah dilakukan 6 kali terapi dengan modalitas Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation,Microwave Diathermy dan Terapi Latihan menunjukkan perubahan intensitas sakit,peningkatan daya tahan otot,peningkatan lingkup gerak sendi, serta perubahan dalam aktivitas fungsional
Copyrights © 2026