Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi komunikasi krisis Polri, khususnya melalui kegiatan konferensi pers, terhadap persepsi mahasiswa sebagai representasi Generasi Z. Komunikasi krisis menjadi vital mengingat tingginya sentimen negatif publik terhadap institusi pasca-insiden rantis Brimob dan pengemudi ojek online. Penelitian kuantitatif survei ini menggunakan 71 responden mahasiswa IPB University dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil Uji t menunjukkan bahwa Komunikasi Krisis Polri berpengaruh signifikan dan positif terhadap Persepsi Mahasiswa (Sig.< 0,001). Kontribusi pengaruh variabel independen sebesar 27,4% (R2=0,274), sementara 72,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini mengkonfirmasi efektivitas strategi respons kombinasi Mortification dan Corrective Action dari Image Repair Theory yang sejalan dengan Strategi Pembangunan Kembali (SCCT). Keberhasilan pesan dalam membentuk persepsi mendukung Tripartite Model of Attitudes. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi krisis yang strategis adalah kunci untuk memulihkan kredibilitas institusi di era digital.
Copyrights © 2026