Preeklampsia adalah hipertensi dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ +1. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko luaran neonatal yang buruk seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia bertujuan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kondisi maternal sehingga diharapkan dapat memperbaiki luaran klinis bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian obat antihipertensi terhadap luaran klinis bayi dari ibu preeklampsia di RSIA Ananda Makassar tahun 2020–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ibu dengan preeklampsia yang melahirkan di RSIA Ananda Makassar pada periode tersebut dan memenuhi kriteria inklusi, dengan total 80 kasus. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi penggunaan nifedipin sebesar 31,3% dan kombinasi nifedipin dengan MgSO₄ sebesar 68,8%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian obat antihipertensi dengan kejadian BBLR (p=0,026) dan asfiksia (p=0,047). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR dan asfiksia pada bayi.
Copyrights © 2026