Darmawansyih
Program Studi Pendidikan Dokter, UIN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTIHIPERTENSI TERHADAP LUARAN KLINIS BAYI DARI IBU PREEKLAMPSIA DI RSIA ANANDA MAKASSAR 2020–2022: THE ASSOCIATION BETWEEN ANTIHYPERTENSIVE THERAPY AND NEONATAL CLINICAL OUTCOMES IN PREECLAMPTIC MOTHERS AT RSIA ANANDA MAKASSAR, 2020–2022 Astri Zahri Miftahuljannah R; Darmawansyih; Syatirah Jalaluddin; Rizka Anastasia; Takdir
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1132

Abstract

Preeklampsia adalah hipertensi dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ +1. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko luaran neonatal yang buruk seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia bertujuan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kondisi maternal sehingga diharapkan dapat memperbaiki luaran klinis bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian obat antihipertensi terhadap luaran klinis bayi dari ibu preeklampsia di RSIA Ananda Makassar tahun 2020–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ibu dengan preeklampsia yang melahirkan di RSIA Ananda Makassar pada periode tersebut dan memenuhi kriteria inklusi, dengan total 80 kasus. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi penggunaan nifedipin sebesar 31,3% dan kombinasi nifedipin dengan MgSO₄ sebesar 68,8%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian obat antihipertensi dengan kejadian BBLR (p=0,026) dan asfiksia (p=0,047). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian obat antihipertensi pada ibu preeklampsia menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR dan asfiksia pada bayi.