Peningkatan penggunaan smartphone di kalangan remaja kini berkaitan dengan berbagai keluhan kesehatan, seperti astenopia dan penurunan kualitas tidur. Light mode merupakan mode tampilan layar standar pada smartphone, sementara itu fitur dark mode dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi intensitas blue light guna meningkatkan kenyamanan visual dan kualitas tidur. Namun, hubungan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan mode tampilan layar smartphone dengan kejadian astenopia dan kualitas tidur siswa SMKN 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 234 responden dan terpilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mode tampilan layar, kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) untuk menilai astenopia, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, yang kemudian dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kejadian astenopia (p-value=0.031). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kualitas tidur (p-value=0.533). Kesimpulannya, pemilihan mode tampilan layar berhubungan dengan risiko terjadinya astenopia, namun tidak berhubungan langsung dengan kualitas tidur.
Copyrights © 2026