Perkembangan Islam sebagai teologi yang dianut oleh masyarakat mengalami degradasi nilai dan jauh dari kata “menyeluruh di seluruh lapisan”. Masyarakat kehilangan daya kritis akan kehidupan yang dijalani sehingga tidak melihat adanya ketimpangan baik secara sosial-budaya maupun ekonomi. Sebagaimana tujuan adanya Islam, sudah seharusnya bertransformasi menjadi penerang diantara ketimpangan dan keterbelengguan ini. Dalam hal ini, penulis menggunakan perspektif Ashgar Ali Engineer sebagai salah satu tokoh yang menyerukan pembebasan dan keterlepasan dari belenggu dan ketimpangan. Ashgar Ali Engineer memiliki konsep membawa teologi Islam yang bersifat trasendental-spekulatif menuju Islam yang bersifat sosial-representatif. Penelitian penulis ini berfokus kepada bagaimana pemikiran Ashgar Ali Engineer dapat menyelesaikan ketimpangan di berbagai lini. Kedua, bagaimana konsep pembebasan Ashgar Ali bisa membawa Islam menjadi agama yang progresif. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dapat kita gambarkan bahwa teologi kebebasan Ashgar Ali Engineer memberikan stimulus pada dunia Islam untuk terus berkembang dan membebaskan diri dari belenggu doktrin agama yang selama ini dipahami secara tekstual saja.
Copyrights © 2026