Sari Pediatri
Vol 28, No 1 (2026)

Hubungan Adiksi Gawai dan Aktivitas Fisik dengan Masalah Psikososial pada Remaja

Yunita Desy Wulansari (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta)
Harsono Salimo (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta)
Muhammad Riza (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar belakang. Adiksi gawai dan kurangnya aktivitas fisik pada remaja telah menjadi masalah kesehatan yang semakin mengkhawatirkan, terutama terkait dampaknya terhadap masalah psikososial. Tujuan. Menganalisis hubungan antara adiksi gawai dan aktivitas fisik dengan masalah psikososial pada remaja. Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 122 remaja di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta. Data menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) untuk masalah psikososial. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil. Sebanyak 32% remaja mengalami adiksi gawai, dan 70,5% memiliki masalah psikososial. Adiksi gawai secara signifikan berhubungan dengan gangguan psikososial dengan peluang risiko 4,05 kali (OR = 4,05; p = 0,006). Adiksi gawai berhubungan dengan gangguan internalisasi (OR = 3,50; p = 0,006), gangguan eksternalisasi (OR = 4,39; p < 0,001), dan gangguan perhatian (OR = 5,41; p < 0,001). Namun, aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan masalah psikososial. Kesimpulan. Adiksi gawai merupakan faktor yang berhubungan signifikan terhadap masalah psikososial pada remaja, baik gangguan internalisasi, gangguan eksternalisasi dan gangguan perhatian. Sedangkan aktivitas fisik tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. Edukasi dan intervensi untuk mengurangi adiksi gawai perlu ditingkatkan guna mencegah gangguan psikososial pada remaja.

Copyrights © 2026