Latar belakang. Masalah perilaku emosional pada anak dapat berlanjut menjadi gangguan kejiwaan saat dewasa. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya faktor risiko internal (jenis kelamin, riwayat kelahiran prematur, dan status perkembangan) dan faktor eksternal (pola asuh, tingkat pendidikan ibu, serta sosioekonomi).Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko internal dan eksternal dengan kejadian masalah perilaku emosional pada Anak Prasekolah Usia 36 – 72 Bulan di Kampung Melayu.Metode. Desain penelitian ini adalah studi potong lintang dengan 71 sampel anak prasekolah di kelurahan Kampung Melayu. Instrumen yang digunakan meliputi KMPE, PSDQ, dan KPSP. Hasil. Prevalensi masalah perilaku emosional didapatkan 70,4% (n=50) dan 29,6% (n=21) yang termasuk kategori normal menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE). Ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara masalah perilaku emosional dengan jenis kelamin (p = 0,623), riwayat prematur (p = 0,163), tingkat pendidikan ibu (p = 0,450), status sosioekonomi (p = 0,469), dan pola asuh orang tua (p = 0,884). Status perkembangan memiliki hubungan terhadap masalah perilaku emosional sebanyak 93,8% anak berkategori kemungkinan menyimpang atau meragukan memiliki masalah perilaku emosional (OR = 8.57; p = 0.020).Kesimpulan. Anak prasekolah dengan gangguan perkembangan memiliki risiko sembilan kali lebih tinggi mengalami masalah perilaku emosional sehingga perlu pemantauan rutin dan skrining berkala masalah perilaku emosional anak prasekolah setiap tiga sampai enam bulan sekali.
Copyrights © 2026