Sari Pediatri
Vol 28, No 1 (2026)

Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan Prematuritas dengan Derajat Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh

Salsadilla Amira Safitri (Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala)
Sulaiman Yusuf (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh)
Zakiaturrahmi Zakiaturrahmi (Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh)
Herlina Dimiati (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh)
Desi Maghfirah (Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar belakang. Ikterus neonatorum merupakan kondisi yang sering dialami bayi baru lahir dan berpotensi menimbulkan komplikasi neurologis apabila tidak ditangani secara adekuat. Bayi dengan berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur memiliki fungsi hati yang belum matang sehingga diduga lebih berisiko mengalami hiperbilirubinemia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan klasifikasi berat badan lahir rendah dan prematuritas dengan derajat ikterus neonatorum. Metode. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian adalah neonatus dengan berat badan lahir rendah dan prematuritas yang mengalami ikterus neonatorum di RSUDZA Banda Aceh selama periode Januari-Desember 2024. Sampel terdiri dari 44 rekam medis neonatus yang dipilih dengan teknik total sampling menggunakan kriteria iknklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan derajat ikterus terbanyak adalah derajat sedang (61,4%), klasifikasi berat badan lahir rendah terbanyak adalah berat badan lahir rendah 1500-2499 gram (84,1%), dan klasifikasi prematuritas terbanyak adalah prematuritas sedang hingga lanjut (81,8%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa klasifikasi berat badan lahir rendah tidak berhubungan signifikan dengan derajat ikterus neonatorum (p=0,191; r=-0,201). Hasil yang sama juga ditemukan pada klasifikasi prematuritas yang tidak berhubungan signifikan dengan derajat ikterus neonatorum (p=0,813; r=0,037). Kesimpulan. Klasifikasi berat badan lahir rendah dan prematuritas tidak berhubungan signifikan dengan derajat ikterus neonatorum.

Copyrights © 2026