Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi anak pengrajin tenun terhadap budaya menenun songket Batulolong di Desa Kiraman. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pada dua partisipan yang merupakan anak pengrajin tenun Desa Kiraman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi partisipan mencakup kreativitas, ambivalensi emosional, sense of belonging atau keterikatan pada identitas budaya, dan negosiasi identitas melalui penyesuaian tradisi dengan tuntutan modern. Hasil ini menegaskan pentingnya pemahaman, penghargaan, dan keterlibatan generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya menenun Batulolong.
Copyrights © 2026