Proses pembelajaran di sekolah masih sering berpusat pada guru sehingga kurang memberikan kesempatankepada peserta didik untuk melakukan penyelidikan, analisis dan pemecahan masalah secara mandiri. Kondisi tersebutmenuntut penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dalam prosespembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model Modified Free Inquiry (MFI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah 20 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model MFI efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan divergen siswa pada berbagai mata pelajaran seperti fisika, biologi, dan IPA. Model ini mendorong proses berpikir aktif melalui kegiatan refleksi dan diskusi terbimbing, sehingga peserta didik mampu menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menyusun strategi logis. Selain itu, MFI juga berdampak positif terhadap keterampilan proses sains, kemampuankolaborasi, dan literasi digital, serta mampu mengurangi miskonsepsi dalam pembelajaran. Model ini juga fleksibeluntuk diintegrasikan dengan teknologi pembelajaran daring. Namun, efektivitasnya cenderung lebih optimal pada peserta didik dengan kemampuan awal tinggi, sehingga diperlukan strategi pendukung untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan. Dengan demikian, MFI memiliki potensi sebagai alternatif model pembelajaran abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2026